Rabu, 19 Desember 2012

DO'A KAMI



MUNAJAT  PAGI
----------------------
"Ya Allah, jika kami sedang tersenyum, semoga senyuman itu bisa menjadi ibadah kami.
Jika kami sedang marah, semoga kami bisa menahan diri serta tidak sampai melampaui batas.
Jika tubuh kami sedang sakit, semoga sakit kami bisa menghapus dosa-dosa dan kesalahan kami.
Jika kami sedang sedih, semoga bisa menjadi kesedihan yang bisa menghidupkan hati dan jiwa kami serta Engkau gantikan dengan kebahagiaan kami.
Jika kami sedang berbahagia, Semoga Bahagia kami engkau berikan juga kepada orang-orang di sekitar kami. Jika kami sedang lelah dalam bekerja, semoga kelelahan dan keringat kami bisa menjadi pengguyur dosa-dosa kami.

Ya Rabb Semoga yang kami lakukan hari ini jauh lebih baik dari hari kemarin, dan Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertai kami semua" Aamiin Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

Rabu, 21 November 2012

HADAPILAH MASALAH HIDUP INI DENGAN SENYUM

“Dan sungguh kami akan memberikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan beritakanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapakan: “Innaa Lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali)”.
(QS. Al-Baqarah, ayat 155)
Ayat di atas memberikan isyarat kepada kita bahwa dalam menjalani hidup ini penuh dengan aneka cobaan dan permasalahan kehidupan. Kapan dan di mana pun cobaan hidup akan selalu datang. Siap atau tidak siap. Suka atau tidak suka. Cobaan hidup akan selalu datang.
Sebagai manusia religius apabila cobaan hidup datang, kita seharusnya mutlak membuka kesadaran bahwa Allah telah menegur kita. Tidak mungkin cobaan akan datang kalau tidak ada musababnya. Pasti ada yang salah dengan perilaku kita. Masalahnya, tidak semua orang “ngeh” dalam menghadapi cobaan hidup. Ada reaksi negatif yang menerjemahkan cobaan hidup sebagai siksa. Dari sini pula tidak sedikit orang yang akhirnya putus asa. Semangat hidupnya tiba-tiba menjadi redup. Hidup akhirnya menjadi pelarian tiada akhir. Pada puncaknya bunuh diri sebagai tujuan akhir.
Jikalau kita terus berlarut-larut dalam kesedihan dan terus lari dari masalah kehidupan, itu merupakan bentuk dari keputusasaan. Karena itu akan membawa kita ke dalam jurang kehidupan. Kita pun harus menyadari, kegagalan dan keberhasilan merupakan dua hal atau satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam hidup ini. Di situ ada kegagalan pasti ada keberhasilan, di situ ada keberhasilan pasti ada kegagalan. Kedua-duanya berjalan berdampingan dan saling beriringan. Apabila kita ingin berhasil, kita pun harus siap untuk mengalami kegagalan. Begitu pula dengan seseorang yang telah berhasil dalam menghadapi hidup ini, pasti ia pernah mengalami suatu kegagalan atau suatu cobaan hidup.
Di dalam surat Al- Insyirah ayat 5-6, dijelaskan. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemuduhan.” Dalam ayat tersebut Allah mengulanginya dua kali. Artinya apabila kita tetap tabah, sabar dalam menghadapi cobaan, tetap istiqomah, dan tidak panik dari rasa sakit dan pahit. Serta tidak menganggap cobaan ini sebagai musuh atau penghalang yang menghalangi kehidupan kita. Tapi, mencoba untuk menjadikannya sebagai teman, sahabat, atau sebagai bahan refleksi dalam hidup ini. Ataupun sebagai pengalaman hidup agar kita labih dewasa lagi dalam menghadapi hidup ini.   “…Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah, ayat 155).
Intinya, akan lebih bijak jikalau kita menghadapi berbagai macam masalah kehidupan yang ada, dan tidak terus lari ataupun menghindar dari ketidakyamanan hidup. Seberapa rumit dan besarnya masalah, asalkan kita mau berupanya sepenuh hati untuk membaca kelebihan dan kekurangan pada diri kita. Ada kelebihan dalam diri yang harus dimunculkan, dikumpukan, dan dipupuk hingga menjadi kekuatan. Ada kekurangan dalam diri yang harus dibuang, disingkirkan, dan dikikis semampu mungkin. Dari situlah manusia mempunyai kekuatan untuk menata hidupnya untuk lebih baik lagi. Dan ingatlah dengan janji-Nya. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah [2] : 286). by zaldy munir

Selasa, 20 November 2012

MENGELUH...?

Ketika kita mengeluh : Ah mana mungkin.....”
Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82). Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw....”
Allah menjawab : “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba :9)
Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya...” Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)
Ketika kita mengeluh : “Stressss nih...Panik...”
Allah menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ro’d :28)
Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh... ini mah semua bakal sia-sia..”
Allah
menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7)
Ketika kita mengeluh : “Gile aje..gw sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantuin...”
Allah menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60
Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih banget deh gw...”
Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)
kita smua yg mulai galau atas perhatian Allah yg serasa jauh dari kita pdahal sebaliknya Allah dekat selalu (QS. Al-Baqarah 186) 

Medan Merdeka Utara,Jakarta Rabu 21 November 2012 ,7 Muharam 1434 H

Kamis, 11 Oktober 2012

Rasa ini

 Cerita ini di forward dari Pak Ismail A Said (Wartawan Senior Republika) : Krn hujan yg tdk kunjung berhenti, akhirnya sy memutuskan menerobos hujan krn hari sdh malm... sampai di Tegalega, perut sdh tdk bs diajak kompromi lg, akhirnya symemutuskan mampir diwarung nasi tenda dipinggir jln.. lg asyik menikmati pecel lele, masuklah seorng bapak, dg istri & 2 anknya.. Yg menarik adl kendaraan mrk yaitu gerobak dorong.. Lalu bpk ini memesan 2 piring nasi & ayam goreng... Pertamanya sih ga ada yg menarik, ttp ketika sy selesai makan, ada yg menarik hati sy... Ternyata, yg menikmati makanan itu hanya istri & anaknya.Sedangkan sang bpk hny melihat istri & anaknya menikmati makanan itu. Sesekali. sy melihat. anaknya tertawa senang & sangat menikmati ayam goreng yg dipesan oleh bpkny.. Sy perhatikan, wajah sang bapak, walau tampak kelelahan terlihat senyum bahagia diwajahnya.. Lalu sy mendengar dia berkata pelan.." mkn yg kenyang ya nak, kan...hari ini tanggal kelahiranmu..."Sy terharu mendengarnya.. seorang bpk dgn segala keterbatasannya , sbg (mungkin) pemulung.. memberi ayam goreng warung tenda dipinggir jln utk hadiah anaknya.. Hampir menangis rasanya sy diwarung itu.. Segera seblm air mata ini tumpah, saya berdiri & membayar mknan sya & jg dgn pelan sy bilang kepenjaga warung.. "mas, tagihan bpk itu sy yg bayar.. & tolong tambahin ayam goreng & tahu tempe" Lalu lekas2 saya pergi. kisah ini kutulis utk bahan perenungan.. Bhw Allah sdh memberikan yg terbaik utk saya saat ini...,kita sering & biasa makan di Sushi-Tei, Kentucky, Mc Donald, Hoka Hoka Bento, Pizza Hut dsb... Pdhl bagi org disekitar qta, pecel lele pinggir jln, adl makanan mewah... Sungguh tak pantas bgi sya utk mengeluh & merasa kurang.... Rasa Syukur akan mengantarkan kebahagian Selamat beraaaktifitas, semoga mulai saat ini kita semua menjadi manusia yg lebih mensyukuri nikmat yg telah Allah berikan... 


Senin, 01 Oktober 2012

persahabatan

*** Arti Persahabatan ***

Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya.

Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah.

Kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.

Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat-sahabat sejati yang akan meninggalkan bekas di dalam hatimu.

Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.

Burung membutuhkan sarang, laba-laba membutuhkan jaring, manusia membutuhkan persahabatan.

Orang yang takut untuk memperoleh musuh tidak akan pernah memperoleh teman sejati.

Pasan Abak

Pesan Sang Ayah

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai 
mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama.Jawab anak sulung : Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama.

Bagaimana dengan anda?

Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita ..pilihan ada di tangan anda.

“Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa.”

Garam dan Telaga

GARAM DAN TELAGA

Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan raut mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti orang yang tidak ber
bahagia.

Tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak itu hanya mendengarkan dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamu itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini dan katakana bagaimana rasanya”, ujar Pak Tua itu.

“Pahit.., pahit sekali rasanya…”, jawab tamu itu sambil meludah kesamping.

Pak Tua sedikit tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga didalam hutan didekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ketepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang-gelombang dari adukan-adukan itu yang menciptakan riak-riak air. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah”, perintah Pak Tua. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak Tua kembali bertanya, “Bagaimana rasanya?”

“Segar”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam didalam air itu?”, Tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan kebapakan Pak Tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan itu adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama. Dan memang akan tetap selalu sama.”

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak Tua itu kembali memberi nasehat, “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, ‘sang orang bijak’, kembali menyimpan ‘segenggam garam’ untuk anak muda lain yang sering datang kepadanya membawa keresahan jiwa…