Minggu, 10 Juni 2012

MONITORING PEMBERKASAN PERKARA KASASI/PK

KUNJUNGAN PANITERA MUDA PERDATA AGAMA MA-RI
DI PENGADILAN AGAMA SIDOARJO:
1 Juli 2012 Menjadi Masa Kritis PA Sidoarjo Tanpa Jurusita
05 Juni 2012, Tim dari Mahkamah Agung dan Badilag mengunjungi Pengadilan Agama SIdoarjo untuk melakukan monitoring tentang pemberkasan perkara kasasi dari pengadilan tingkat pertama. Pelaksanaan pemberkasan perkara kasasi dari PA perlu untuk ditingkatkan, hal ini penting untuk dilaksanakan karena pada saat ini Mahkamah Agung berupaya untuk meningkatkan konsolidasi penyelesaian perkara yang masuk di Mahkamah Agung. Untuk mendukung upaya tersebut, Tim dari Mahkamah Agung terjun langsung “menjemput bola” untuk memberikan petunjuk teknis dan pengarahan langsung tentang prosedur dan tata cara pemberkasan perkara kasasi pada pengadilan agama.
Tim dari Mahkamah Agung tersebut dipimpin oleh DR. H. EDY RIADI, SH., M.H. (Panitera Muda Perdata Agama MA-RI) hadir di PA Sidoarjo dengan didampingi oleh Drs. YUSRIZAL, SH., M.H. dari Badilag MA-RI pada pukul 10.00 WIB dan langsung disambut oleh Ibu Wakil Ketua PA Sidoarjo, Hj. Atifaturrahmaniyah, S.H. di ruang Ketua PA Sidoarjo. Sambutan tersebut dilaksanakan oleh Ibu Wakil Ketua karena pada saat itu, Bapak Ketua PA masih bersidang.


Sesudah diterima di ruang Ketua PA Sidoarjo, Tim Melanjutkan pemeriksaan berkas perkara kasasi di ruang Wakil ketua PA Sidoarjo. Pada ruang tersebut diperiksa berbagai berkas yang siap dikirim untuk Kasasi. Hasil dari pemeriksaan tersebut menjadi bahan expose yang dilaksanakan oleh Tim dari Mahkamah Agung .
Pukul 12.00 WIB. Tim dari Mahkamah Agung melaksanakan expose yang dihadiri oleh Pimpinan PA dan seluruh pegawai di PA Sidoarjo. Pada expose tersebut dipaparkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pengiriman bundel kasasi dari PA ke Mahkamah Agung. Permasalahan yang terjadi pada pengiriman bundel kasasi, pada dasarnya merupakan permasalahan teknis yang harus diperhatikan dengan baik, karena menentukan dalam pemeriksaan berkas di Mahkamah Agung. Kasasi yang merupakan pekerjaan rutin para pegawai PA yang bertugas, sudah menjadi pengetahuan umum dalam penyusunan berkas-berkas yang akan dikirim, akan tetapi karena banyak nya volume perkara yang ditangani dan semakin kompleksnya perkara yang harus diselesaikan maka pemberkasan bundel perkara kasasi dan PK masih dijumpai ketidak sempurnaan, misalnya daftar isi ada yang belum di check list dan penggunaan ukuran kertas yang belum sama. Karena itu kelengkapan berkas perkara yang akan dikirim untuk kasasi harus dicek dan re-cek oleh petugas yang bersangkutan.
Adapun berkas yang sudah dikirim ke Mahkamah Agung dan berkas tersebut masih belum lengkap maka dari Direktorat Pranata Badilag Mahkamah Agung yang bertugas meneliti berkas tersebut, akan mengirimkan surat kepada PA untuk meminta kelengkapan berkas yang masih kurang untuk segera dikirim kembali ke Mahkamah Agung. Apabila berkas tersebut telah lengkap maka akan dilanjutkan pemeriksaan oleh Hakim Agung.
Selain itu pada kesempatan tersebut, Tim dari Mahkamah Agung memberikan masukan berkaitan dengan pengiriman berkas yang harus dilengkapi dengan dokumen elektronik (email). Dokumen elektronik tersebut diharapkan untuk tidak discan karena hasilnya tidak dapat diedit lebih lanjut. Dan juga terkait dengan kerapihan bundel kasasi diharapkan agar diperhatikan dengan baik, misalnya dibundel dengan rapi dan tidak dilipat. Dengan dilaksanakannya semua ini diharapkan pemberkasan perkara kasasi ke depan menjadi lebih baik.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Panitera PTA Surabaya juga memberikan masukan terkait dengan teknis pengiriman berkas kasasi. Beliau menyatakan bahwa dokumen softcopy dalam bentuk CD yang tidak dapat dibuka di Mahkamah Agung dikarenakan pada pengirimannya terjadi goresan-goresan yang berakibat tidak dapat dibaca pada computer. Adapun softcopy dalam bentuk file yang dikirmkan melalui email merupakan sarana yang dapat menjadi solusi sebagai bahan validasai dan antisipasi. Selain itu, terkait dengan kerapian bundel berkas kasasi perlu adanya standarisasi ukuran kertas.
Pada akhir expose tersebut juga diberikan kesempatan kepada hakim dan pegawai di PA sidoarjo untuk mengajukan pertanyaan. Pertanyaan pertama dari bapak hakim yang menanyakan tentang penyempurnaan surat kuasa hukum dan solusi penyamaan ukuran kertas agar seluruh dokumen yang dicetak menggunakan ukuran kertas yang sama. Kesempatan kedua, panitera muda permohonan menanyakan kepada tim dari mahkamah agung tentang kondisi PA Sidoarjo yang akan mengalami masa kritis dimana pada tanggal 1 Juli 2012 , PA Sidoarjo tidak memiliki juru sita. Hal ini terungkap dalam expose dari Tim Mahkamah Agung dan menjadi pertimbangan sebagai prioritas utama, karena mengetahui realitas bahwa hal ini berbanding terbalik dengan kondisi perkara yang harus di selesaikan di PA Sidoarjo yang berjumlah lebih dari 4000 perkara setiap tahun. Pada tanggal tersebut, satu-satunya jurusita yang terdapat pada PA sidoarjo telah memasuki masa pensiun sehingga panggilan-panggilan kepada para pihak yang harus dilaksanakan oleh jurusita setelah tanggal 1 Juli menjadi permasalahan yang cukup urgen. Adapun juru sita pengganti di pengadilan agama sidoarjo yang berjumlah 4 orang, itupun pegawai dengan rangkap jabatan, misalnya Kaur Umum yang sekaligus juga menjadi panitera pengganti dan juga sebagai juru sita pengganti. Hal ini dikuatkan dalam paparan yang disampaikan oleh bapak Ketua PA Sidoarjo, Drs. MAME SADAFAL, MH. pada akhir expose tersebut.

Selasa, 08 Mei 2012

KUNJUNGAN PANITERA MUDA
PERDATA AGAMA MARI
Di Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas IB
 
Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas IB menerima kunjungan Panitera Muda Perdata MA RI Bapak DR. H. Edi Riyadi SH., MH yang didampingi oleh Drs. Yusrizal MH (Kasubdit PK Perdata Agama), Drs.Asril Lusa, SH., MH (Hakim Tinggi PTA Padang) dan Rosiah,SH (Penelaah perkara Kasasi perdata Agama) serta Nurjanah,SH (Penelaah perkara PK perdata Agama).
 
Active Image
 
DR. H. Edi Riyadi SH., MH (Panitera Muda Perdata MARI saat melihat ruang pustaka
Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas IB
(doc.Kamis, 03 Mei 2012)
 
Sebelumnya Tim melihat secara langsung pelaksanaan Teknologi Informasi (TI), Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas IB mendapat apresiasi yang tinggi terhadap kemajuan pemanfaatan IT, penggunaan SIADPA Plus sudah bagus, website  yang sangat informatif dan apdate, perpustakaan PA Bukittinggi walaupun masih dengan meubelair standar serta pusat layanan One Stop Servicedengan maskot Sistem Antrian Terpadu (SATPA) telah mengimplementasikan SK KMA No. 1-144/KMA/SK/I/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan dan SK KMA No. 026/KMA/SK/II/2012 tentang Standar Pelayanan Peradilan.
 
Dalam pengarahannya DR. H. Edi Riyadi SH., MH yang dihadiri oleh seluruh Hakim, Pejabat Fungsional dan Struktural serta  karyawan karyawati Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas IB, menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kunjungannya ini adalah Memonitor pelaksanaan SEMA 14 tahun 2010 tentang Dokumen Elektronik dan sosialisasi secara langsung  pelaksanaan administrasi penerimaan perkara Kasasi dan Peninjauan Kembali di lima Pengadilan Agama sewilayah PTA Padang agar  tidak terjadi lagi kekeliruan dalam proses penerimaan, pemberkasan serta pengiriman Perkara Kasasi dan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung RI.
 
Active Image
 
Pengarahan dari DR. H. Edi Riyadi SH., MH didampingi Drs. Yusrizal MH dan Drs.Asril Lusa, SH bersama Drs.Dudung,SH.MH (Ketua PA Bukititnggi)

Penggunaan fasilitas teknologi informasi merupakan pilihan  tepat.  Seiring dengan perkembangan  teknologi  serta semakin mapannya fasilitas kerja yang tersedia di pengadilan, maka penggunaan TI sebagai perangkat utama dalam pelaksanaan kerja pengadilan sudah bukan merupakan kemewahan, melainkan telah menjadi kebutuhan. Artinya penggunaan TI/komputer sudah relatif merata, dan apabila mempertimbangkan bahwa softcopy putusan yang dihasilkan dari proses pengetikan putusan sebagai juga dokumen milik negara, maka sudah selayaknya softcopy putusan yang selama ini ada dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih strategis yaitu membantu Mahkamah Agung untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerjanya tegas DR. H. Edi Riyadi SH., MH.
 
DR. H. Edi Riyadi SH., MH berpesan, rubahlah pola pikir (mind-set) dan budaya kerja (culture-set) anda sebagai Birokrat/Pejabat menjadi pelayan masyarakat, senangi pekerjaan anda dan jangan dibiasakan menunda pekerjaan kalau bisa dikerjakan hari ini, sebab esok pekerjaan lain akan menunggu, serta usahakan setiap hari membuka website Badillag.net dan baca Pojok Pak Dirjen, karena banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan beliau yang menjadi pelajaran berharga bagi kita.
Semangat Repormasi Birokrasi PA Bukittingi sudah bagus, Saya sangat terkesan dangan penataan ruangan yang telah memutus komunikasi dan interaksi yang tidak proporsional antara aparat peradilan dengan masyarakat pencari keadilan sehingga independensi dan imparsialitas aparat peradilan tetap terjaga “Jujur” saya sangat terkesan dangan keasrian (keindahan) penataan ruangan maupun lingkungan kantor seperti ini.
“Sangat pantas” PTA Padang merekomendasikan PA Bukittinggi Kelas IB sebagai salah satu pengadilan percontohan di wilayah hukum PTA Padang. Ia menambahkan agar aparat peradilan terus meningkatkan kinerjanya agar menjadi lebih baik lagi. Tingkatkan, pelihara terus hal-hal yang sudah baik, jangan berhenti berinovasi, jangan pernah berhenti untuk menyajikan yang terbaik dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan Insya Allah semuanya akan dicatat sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah,” imbuh DR. H. Edi Riyadi SH., MH. ( Laporan PA Bukittinggi)

Selasa, 27 Maret 2012


Puisi Cinta ......

Angin menghembus tidak terasa nyamanya
Matahari memancar tidak terasa teriknya
Hujan turun mencurah tidak terasa sejuknya
Kosong..kaku beku.. dan lesu.


Rasa jiwa ku hanya satu
Aku hanya terasa jauh
Bahkan terus menjauh 


Semakin aku mengenali
Semakin aku menghampiri
Semakin aku coba mendekati
Aku semakin resah dan gelisah


Walau pernah aku berbunga ceria
Tersenyum manis seindah surya
Saat kau hadir menjenguk rasa
Walau hanya untuk seketika


Tidak mau terus berfantasi
Takut terus dililit mimpi
Aku sedarkan diri


Kau sudah terlalu jauh
Sedang aku masih di sini
Kau sudah berlari
Sedang aku baru mau tertatih


Maukah kau menantiku?
Menoleh aku disini
Memimpin jemari lesu ini
Menuntun kaki lunglai ini


Biar mampu bersamamu
Bersama membina tugu cinta
Berlari berkejaran di jalan dakwah
Hingga kita hanya berhenti
Setelah kita genggam bersama
CintaNYA yang kita damba
Dan tertambat bahagia di syurgaNya

Senin, 26 Maret 2012


PUISI CINTA RABIATUL ADAWIYAH

Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
ketika Kekasih bersamaku
cintaNya padaku tak pernah berbahagi
dan dengan benda yang sana selalu mengujiku
bilakah dapat kurenungi keindahanNya?
Dia akan menjadi mihrabku
dan arahnya menjadi kiblatku
bila kumati kerana cinta, sebelum terpuaskan
akan terseksa dan lukalah aku di dunia ini
oh penawar jiwaku, hatiku
adalah santapan yang tersaji bagi mahuNya
barulah jiwaku pulih jika telah bersatu denganMu
oh sukacita dan nyawaku moga kekal lah
dan diriMu juga berahiku berasal
dari semua benda fana di dunia ini
diriku telah tercerai
hasratku adalah bersatu denganMu
melabuhkan rindu
~Rabiatul Adawiyah

Syair Cinta Rabiatul Adawiyah..


Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malam pun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau Beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu

RASULULLAH SAW DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA


Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Rabu, 21 September 2011

Cinta sang Suami..sebagai ladang amal buat sang Isteri

Setiap pasangan suami istri mendambakan keluarga yang bahagia dan harmonis meskipun masalah dalam rumah tangga tak dipungkiri keberadaannya. Namun adanya komunikasi yang baik antara suami istri dapat memperkecil bahkan meniadakan dampak dari masalah tersebut. Baik pencetus masalahnya dari suami, istri maupun dari luar, insyaallaah masalah akan dapat teratasi dengan adanya keterbukaan satu sama lain.
Bukan bermaksud menjelek-jelekkan pasangan atau menampakkan kekurangan pasangan, namun keterbukaan tersebut bermaksud untuk mencari sebuah solusi. Jika ada yang berpendapat diam lebih baik karena takut akan menyakiti atau membuat malu pasangan apabila dia bersikap terbuka maka ada baiknya dia melihat pertimbangan lain. Jika memang masalah tersebut bisa teratasi dengan diam, maka tak masalah untuk tidak dikomunikasikan. Namun jika dengan komunikasi akan lebih memberi dampak positif, maka berkomunikasilah karena bersikap terbuka bisa dilakukan dengan cara yang halus tanpa kesan menjelekan atau menyakiti. Cobalah untuk mulai berbicara dengan kata-kata yang lembut. Bisa langsung dengan lisan maupun tulisan. Jika pasangan kita memang ada kekeliruan maka hal itu bisa mengingatkannya dan bahkan bisa membuatnya berubah lebih baik.
Sebagaimana tulisan di bawah ini yang menyajikan sebuah diary seorang suami yang ditujukan kepada istri tercintanya. Tentulah tulisan tersebut dibuat karena rasa cintanya yang diwujudkan dalam bentuk perhatian berupa teguran halus terhadap sang istri. Tujuannya adalah menginginkan istrinya lebih baik agar tidak merugi di dunia maupun di akhirat.
Telah diketahui bahwa ketika seorang suami mencintai istrinya, ia akan berusaha membuktikannya dengan memberikan sesuatu sebagai tanda cinta. Tanda cinta tersebut tidak hanya akan terwujud dalam bentuk hadiah yang berupa perhiasan atau barang-barang mewah saja, akan tetapi juga terwujud salah satunya dalam bentuk perhatian kepadanya, baik perhatian tentang kesehatannya, keadaannya hingga akhlaknya. Dan tanda cinta berbentuk perhatian inilah yang berpengaruh sangat besar dalam keharmonisan dalam rumah tangga. Mengapa? karena ia begitu special, tidak bisa dibeli ditoko manapun, dan dicari di bursa online manapun, meskipun orang tersebut sangat kaya. Maka berbahagialah wanita yang mendapat perhatian tersebut. Sebagaimana bahagianya sang istri yang telah mendapat tulisan dibawah ini dari sang terkasih.
Semoga dari diary ini bisa direnungi dan diambil hikmahnya, khususnya bagi kaum wanita agar bisa menambah ladang amal dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
DIARY SEORANG SUAMI YANG BERISI TEGURAN HALUS KEPADA ISTRINYA
Istriku tercinta, aku menulis catatan ini sebagai bukti cintaku kepadamu dan keridhaanku menerimamu sebagai istri, aku telah menambatkan cintaku untukmu. Dalam hatiku berkata, inilah wanita yang bisa menjadi ibu anak-anakku dan cocok menjadi istriku. Inilah mawaddah dan sakinah, inilah raihanah rumahku. Aku bimbing tanganmu bersama-sama mengarungi samudera dengan bahtera rumahtangga, menuju ke pantai yang penuh kedamaian di sisi Ar Rabb Ar Rahman.
Akan tetapi tiba-tiba datang topan badai menghalangi jalan kita, angin bertiup kencang. Kalau kita berdua tidak segera sadar niscaya kita akan kehilangan kendali bahtera dan kita akan tersesat arah. Aku berkata dalam hati: tidak! Aku tidak akan membiarkan bahtera ini karam. Maka aku pegang penaku dan aku buka lembaran kertasku. Lalu aku tulis teguran halus ini dari seorang kekasih kepada kekasihnya.
  • Istriku tercinta tidakkah engkau ingat pada awal pernikahan kita dahulu engkau adalah lambang kecantikan, kemudian aku tidak mengerti mengapa penampilanmu sampai pada taraf demikian parah, awut-awutan dan tak enak dilihat. Apakah engkau lupa bahwa termasuk salah satu sifat wanita shalihah apabila suaminya memandang kepadanya niscaya akan membuat senang.
  • Sayangku, tidakkah engkau ingat, berulang kali engkau mengungkit-ungkit jasamu kepadaku, menyebut-nyebut kewajiban-kewajiban rumahtangga yang telah engkau lakukan untukku, pelayanan yang telah engkau berikan kepada tamu-tamuku dan dalam melayani kebutuhanku, apakah engkau lupa firman Allah subhanahu wa ta’alla
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالأذَى
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (Qs Al Baqarah: 264)
  • Tidakkah engkau ingat wahai kekasihku, berapa kali kita telah saling berjanji pada saat-saat pernikahan bahwa kita akan saling bahu membahu dalam ketaatan, mengemban dakwah kepada agama Allah, berikrar bahwa kita akan fokus kepada masalah ummat islam dan mendidik anak-anak kita dengan pendidikan islami, tetapi relitanya kita sibuk mengikuti perkembangan mode, hanyut mengikuti cerita-cerita, kisah-kisah, pernak-pernik dan mengejar harta darimanapun sumbernya.
  • Sayangku, tidakkah engkau ingat seringnya engkau menggerutu, tidak qana’ah (puas) menerima rejeki yang telah Allah berikan kepada kita. Haruskah aku menjalani usaha yang haram demi mewujudkan keinginanmu? Apakah engkau sudah lupa kisah wanita yang berkata kepada suaminya: “Bertaqwalah engkau kepada Allah dalam memperlakukan kami, sungguh kami bisa menahan lapar namun kami tidak akan sabar menanggung panasnya api neraka.”
  • Ingatkah dirimu betapa sering aku bangun dari tidurku dibagian akhir malam, ternyata aku dapati engkau sedang asyik menonton film dan musik. Bukankah lebih baik engkau berdzikir mengingat Allah dan mengerjakan shalat malam dua rakaat sementara manusia sedang lelap tertidur dikegelapan kubur. Atau minimal engkau segera berangkat tidur agar esok tidak terluput shalat fajar.
  • Sayangku, ingatkah dirimu ketika engkau keluar dari rumah tanpa seizinku untuk mengunjungi keluargamu dan ketika engkau memasukkan temanmu si fulanah ke dalam rumahku padahal aku telah melarangmu memasukkannya ke dalam rumah! Lupakah dirimu bahwa itu merupakan hakku!
  • Kekasihku, ingatkah dirimu ketika keluargaku datang mengunjungiku, demikian pula teman-temanku, namun aku lihat engkau menampilkan wajah muram, berat langkah kakimu dan bermuka masam!Memang engkau telah menghidangkan kepada mereka makanan yang lezat dan mengundang selera akan tetapi semua itu tiada artinya karena muka masammu itu! Bukankah engkau mengetahui sebuah pepatah: ‘ Temuilah aku tetapi jangan beri aku makan!’
Sayangku, aku senantiasa mengatakan kepadamu dengan sepenuh hatiku bahwa aku mencintaimu.
Aku berharap kita bersama-sama dapat meraih ridha Ar-rahman.
Barangkali aku juga banyak melakukan kesalahan dan mengabaikan hakmu. Dan barangkali aku tidak menyadari kekuranganku dalam melaksanakan kewajiban terhadapmu dan dalam menjaga perasaanmu.
Aku memohon kepadamu agar membalas risalah ini, silakan ungkapkan apa yang terbetik dalam benakmu. Bukankah tujuan kita berdua adalah satu. Kita telah menumpang bahtera yang satu dan tujuan kita juga satu. Tujuan kita adalah selalu bersama-sama di dunia dan di akhirat di jannah ‘And. Jangan engkau biarkan angin badai menghantam kita sehingga membuat kita tersesat jalan.

catatan:....banyak kisah ...pasangan...yg tidak menyadari arti sebuah Ikatan suci...sehingga berakhir di meja hijau...( Pengadilan Agama).........diambil dari.....Muslimah.or.id