Kamis, 11 Oktober 2012
Senin, 01 Oktober 2012
persahabatan
*** Arti Persahabatan ***
Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya.
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah.
Kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat-sahabat sejati yang akan meninggalkan bekas di dalam hatimu.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.
Burung membutuhkan sarang, laba-laba membutuhkan jaring, manusia membutuhkan persahabatan.
Orang yang takut untuk memperoleh musuh tidak akan pernah memperoleh teman sejati.
Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya.
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah.
Kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat-sahabat sejati yang akan meninggalkan bekas di dalam hatimu.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.
Burung membutuhkan sarang, laba-laba membutuhkan jaring, manusia membutuhkan persahabatan.
Orang yang takut untuk memperoleh musuh tidak akan pernah memperoleh teman sejati.
Pasan Abak
Pesan Sang Ayah
Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai
Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai
mukanya terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama.Jawab anak sulung : Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama.
Bagaimana dengan anda?
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita ..pilihan ada di tangan anda.
“Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa.”
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama.Jawab anak sulung : Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama.
Bagaimana dengan anda?
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita ..pilihan ada di tangan anda.
“Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa.”
Garam dan Telaga
GARAM DAN TELAGA
Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan raut mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti orang yang tidak ber
Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan raut mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti orang yang tidak ber
bahagia.
Tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak itu hanya mendengarkan dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamu itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini dan katakana bagaimana rasanya”, ujar Pak Tua itu.
“Pahit.., pahit sekali rasanya…”, jawab tamu itu sambil meludah kesamping.
Pak Tua sedikit tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga didalam hutan didekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ketepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang-gelombang dari adukan-adukan itu yang menciptakan riak-riak air. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah”, perintah Pak Tua. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak Tua kembali bertanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam didalam air itu?”, Tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan kebapakan Pak Tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan itu adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama. Dan memang akan tetap selalu sama.”
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu kembali memberi nasehat, “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, ‘sang orang bijak’, kembali menyimpan ‘segenggam garam’ untuk anak muda lain yang sering datang kepadanya membawa keresahan jiwa…
Tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak itu hanya mendengarkan dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamu itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini dan katakana bagaimana rasanya”, ujar Pak Tua itu.
“Pahit.., pahit sekali rasanya…”, jawab tamu itu sambil meludah kesamping.
Pak Tua sedikit tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga didalam hutan didekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ketepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang-gelombang dari adukan-adukan itu yang menciptakan riak-riak air. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah”, perintah Pak Tua. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak Tua kembali bertanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam didalam air itu?”, Tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan kebapakan Pak Tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan itu adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama. Dan memang akan tetap selalu sama.”
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu kembali memberi nasehat, “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, ‘sang orang bijak’, kembali menyimpan ‘segenggam garam’ untuk anak muda lain yang sering datang kepadanya membawa keresahan jiwa…
Selasa, 11 September 2012
Jalan ke Surga
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
"Sahabatku, "Antum kaifa musykilatukum" nilaimu berdasarkan tantanganmu", semakin hebat godaan, semakin kuat gelora nafsu dan semakin banyak kesempatan untuk maksiat.
Namun tidak tergoda krn kekuatan taqwa kita kepada Allah, sungguh semakin besar dan mulia kedudukan kita dimata Allah, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja meng
"Sahabatku, "Antum kaifa musykilatukum" nilaimu berdasarkan tantanganmu", semakin hebat godaan, semakin kuat gelora nafsu dan semakin banyak kesempatan untuk maksiat.
Namun tidak tergoda krn kekuatan taqwa kita kepada Allah, sungguh semakin besar dan mulia kedudukan kita dimata Allah, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja meng
atakan,"Kami telah beriman", padahal mereka belum diuji" (QS 29:2).
Ada kesempatan berzina, korupsi, menipu dsb tetapi kesempatan tidak dilakukan krn TAKUT kepada ALLAH & TAKUT pada HARI PEMBALASAN maka ALLAH berikan hadiah Syurga untuknya
QS 79 : 41).
Rasulullah sudah menyampaikan peringatan bahwa, "Jalan ke Surga banyak hal yang nafsumu tidak menyukainya, sementara jalan ke neraka sangat disukai nafsumu" (HR. Muslim).
Sabar ya sahabatku, kan ngga lama hidup ini, sebentar lagi juga kita wafat, dan sungguh itulah kemenangan bagi hamba yg serius TAAT..insya Allah...aamiin".
Ada kesempatan berzina, korupsi, menipu dsb tetapi kesempatan tidak dilakukan krn TAKUT kepada ALLAH & TAKUT pada HARI PEMBALASAN maka ALLAH berikan hadiah Syurga untuknya
QS 79 : 41).
Rasulullah sudah menyampaikan peringatan bahwa, "Jalan ke Surga banyak hal yang nafsumu tidak menyukainya, sementara jalan ke neraka sangat disukai nafsumu" (HR. Muslim).
Sabar ya sahabatku, kan ngga lama hidup ini, sebentar lagi juga kita wafat, dan sungguh itulah kemenangan bagi hamba yg serius TAAT..insya Allah...aamiin".
10 tanda Istri Sholehah
10 Sifat istri shalihah berdasarkan dalil-dalil alquran dan sunnah:
1. Penuh kasih sayang, selalu kembali
kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri
kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang,
banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya
marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan
suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.”
(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash
Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)
2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.
3. Tidak memberikan Kemaluan nya kecuali kepada suaminya.
Al Quran :
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (an-Nuur: 2-3).
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (an-Nuur: 2-3).
“Dan janganlah kamu mendekati zina;
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan
yang buruk,” (al-Israa’: 32)
“Dan orang-orang yang tidak menyembah
tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan
Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak
berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia
mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab
untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam
keadaan terhina,” (al-Furqaan: 68-69).
“Hai Nabi, apabila datang kepadamu
perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa
mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan
berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang
mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan
mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka
dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah
maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (al-Mumtahanah: 12).
HADIS :
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia
berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak
mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak
melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang
berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR
Muslim [107]).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a,
bahwasanya Rauslullah saw. bersabda, “Tidaklah berzina seorang pezina
saat berzina sedang ia dalam keadaan mukmin,”
Masih diriwayatkan darinya dari Nabi saw.
beliau bersabda, “Jika seorang hamba berzina maka keluarlah darinya
keimanan dan jadilah ia seperti awan mendung. Jika ia meninggalkan zina
maka kembalilah keimanan itu kepadanya,” (Shahih, HR Abu Dawud [4690]).
Diriwayatkan dari al-Miqdad bin al-Aswad
r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya,
“Bagaimana pandangan kalian tentang zina?” Mereka berkata, “Allah dan
Rasul-Nya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamat.”
Beliau bersabda, “Sekiranya seorang laki-laki berzina dengan sepuluh
orang wanita itu lebih ringan daripada ia berzina dengan isteri
tetangganya,” (Shahih, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad [103]).
4. Menjaga rahasia-rahasia suami,
lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan
suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah
berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum
lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang
diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali
ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama
suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma)
pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para
istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).”
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan lagi kalian
lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu
dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia
menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam
Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang
menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)
5. Selalu berpenampilan yang bagus dan
menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan
menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan
seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan
menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si
istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh
Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini
shahih di atas syarat Muslim.”)
6. Ketika suaminya sedang berada di rumah
(tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan
ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’
(bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya
mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak
halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak
sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan
Muslim no. 1026)
7. Pandai mensyukuri pemberian dan
kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka
kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita
yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur
kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri
(tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian
berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh,
kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya)
niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama
sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
8. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk
memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar’i, dan tidak
menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap
berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Demi Dzat yang jiwaku
berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke
tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit
murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)
9. Melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ”Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa
kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya,
selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila
dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan
suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).
kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya,
selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila
dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan
suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).
10. Amanah. Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi
seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu
lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan
dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).
seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu
lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan
dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).
11, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir
dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ”Di antara tanda
kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu
sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam
hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang
berpikir.”(QS Ar Rum [30]: 21)
dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ”Di antara tanda
kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu
sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam
hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang
berpikir.”(QS Ar Rum [30]: 21)
Senin, 03 September 2012
HAKEKAT SYUKUR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saudara seiman dan seperjuangan, kehidupan manusia di muka bumi sebagai insan kamil pastilah membutuhkan berbagai kebutuhan. Entah itu kebutuhan rohani maupun jasmani yang harus saudara penuhi. Kemudian yang menjadi masalah dari mana saudara mendapatkan perlengkapan kebutuhan saudara?.... jawabnya mungkin bermacam-macam, tapi yang paling tepat dari semua jawaban saudara, bahwasanya semuanya dari Allah عزّوجلّ tuhan semesta alam yang bagi-Nya langit dan bumi adalah kekuasaan-Nya. Maka dari itu kita harus bersyukur sebagai tanda terima kasih kita kepada-Nya.
Apakah makna dari syukur yang sebenar-Nya ;
Syukur menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) adalah berterima kasih atas nikmat Allah عزّوجلّ, sedangkan menurut terminologi syukur adalah suatu bentuk terima kasih atas segala nikmat yang di berikan kepada manusia, di yakini dalam hati di ucapkan dalam bentuk pujian dan dilaksnakan sebagai amal sholih. Allah telah memperintahkan seluruh hamba-Nya yang memiliki kesadaran untuk bersyukur, termasuk saudara. Coba saudara renungkan ayat ini :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.(QS.2:152)
Setelah saudara membaca ayat tersebut, saudara harus tahu, seandainya saja Allah عزّوجلّ tidak memberikan kebutuhan (perlengkapan hidup) kepada saudara entah itu kebutuhan jiwa, raga, maupun wanita. Apakah saudara masih dapat hidup ? …… oleh karena itu kita semua wajib bersyukur kepada Allah عزّوجلّ, jika kita besyukur, rizqi plus kebahagiaan akan muncul dan menghampiri kita, dan jika kufur musibah plus dosa akan menghampri kita pula. Kemudian apakah yang menyebabkan saudara bersyukur?…. Allah عزّوجلّ berfirman dalam surat Al-Waqi’ah ayat 63-73. yang intinya seandainya saja semua yang ada di dunia ini tidak di ciptakan secara sempurna pasti kita tidak akan bisa hidup nyaman seperti ini.
HAKIKAT SYUKUR
Saudaraku seiman, tidak cukup seseorang itu bersyukur hanya dengan sujud syukur dan mengucapkan hamdalah. Hakikat syukur itu ada tiga yaitu; Pertama, ilmu; yaitu pengetahuan akan kesadaran bahwasanya semua ini dari datangnya Allah عزّوجلّ . Kedua, Keadaan; yaitu keadaan seseorang yang menyatakan kegembiraan yang timbul karena memperoleh nikmat .
ketiga, amalan; yaitu amalan yang di lakukan sebagai tanda syukur kepada Allah .sebagaimana firman Allah عزّوجلّ pada surat Al-Kautsar ayat 1-2:
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Yang artinya :
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah.
Saudara akan mendapatkan hal yang luar biasa dengan bersyukur, syukur adalah sebuah energy dahsyat yang akan membawa saudara pada nikmat hidup di dunia dan di akhirat. Allah berfirman dalam surat Luqman ayat 12 yang artinta : Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah عزّوجلّ . Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah عزّوجلّ Maha Kaya lagi Maha Terpuji".(QS.31:12)
Ayat ini menegaskan bahwasanya syukur itu tidak untuk siapa-siapa, tapi untuk saudara sendiri. Begitu pula jika saudara coba-coba untuk kufur, saudara akan merasakan akibatnya sendiri.
saudara akan mendapatkan manfaat dari bersyukur. Pertama, rezeki saudara akan diatambah ‘’jika engkau bersyukur kami akan menambah nikmat kepadamu’’QS Ibrahim ayat 7. Kedua, rasa syukur akan mengubah yang sedikit menjadi lebih berkah, hal ini karena keikhlasan hati saudara dalam menerima nikmat Allah . Ketiga, rasa syukur akan mendatangkan kedamaian. ketiga hal ini akan mengisi kehidupan saudara jika saudara mau bersyukur terhadap apapun yang di berikan Allah kepada saudara.
Bagaimana cara mengundang syukur ?
Kita sudah mengetahui arti syukur, sekarang yang menjadi masalah bagaiman rasa syukur tersebut ada pada diri kita. Ada tiga cara agar syukur melekat pada diri kita.
Pertama, tak kenal maka tak sayang, maksud-Nya ialah saudara harus mengetahiu bahwasanya semua adalah nikmat Allah عزّوجلّ , jika kita tidak menyadari nikmat Allah عزّوجلّ yang berada pada diri kita, mana mungkin kita mau bersyukur, karena hakikat syukur yang pertama adalah ilmu, saudara mungkin perna mengenal ucapan “ yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin” orang miskin akan tambah miskin karena tidak tahu bahwa miskin itu adalah nikmat. seandainya saja yang miskin mau bersyukur, kemiskinan itu pasti akan diganti oleh Allah عزّوجلّ dengan kekayaan yang cukup.
Kedua, siap menerima apapun yang Allah عزّوجلّ berikan, perhatikan hadist berikut:
"Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu"
( Hadits shahîh. oleh al-Bukhari (no. 6490), Muslim (no. 2963), at-Tirmidzi (no. 2513),
dan Ibnu Majah .)
untuk itu kita jangan sampai mempu-Nyai angan angan untuk mempu-Nyai apa yang di miliki orang lain.
Pada hakikatnya semua yang di berikan oleh Allah عزّوجلّ baik musibah maupun kesenangan adalah pemberian Allah عزّوجلّ . Semisal saudara memiliki mata yang cacat saudara harus berusaha untuk menerim kecacatan itu, mengapa?.. karena ada orang lain yang memiliki kecacatan melebihi saudara
Ke tiga, memanfaatkan nikmat sesuai keinginan Allah Artinya lakukanlah segalah sesuatu yang disenangi oleh Allah , dan jangan menyia-nyiakan segala nikmat yang telah Allah berikan.
Sekarang ita sudah tahu apa itu syukur dan seluk beluk-Nya, tinggal hati kita sadar atau tidak?. Bila kita sudah berhasil memiliki rasa syukur, hidup kita akan di jamin oleh Allah aik di dunia maupun di akhirat. Aamiin
Saudara seiman dan seperjuangan, kehidupan manusia di muka bumi sebagai insan kamil pastilah membutuhkan berbagai kebutuhan. Entah itu kebutuhan rohani maupun jasmani yang harus saudara penuhi. Kemudian yang menjadi masalah dari mana saudara mendapatkan perlengkapan kebutuhan saudara?.... jawabnya mungkin bermacam-macam, tapi yang paling tepat dari semua jawaban saudara, bahwasanya semuanya dari Allah عزّوجلّ tuhan semesta alam yang bagi-Nya langit dan bumi adalah kekuasaan-Nya. Maka dari itu kita harus bersyukur sebagai tanda terima kasih kita kepada-Nya.
Apakah makna dari syukur yang sebenar-Nya ;
Syukur menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) adalah berterima kasih atas nikmat Allah عزّوجلّ, sedangkan menurut terminologi syukur adalah suatu bentuk terima kasih atas segala nikmat yang di berikan kepada manusia, di yakini dalam hati di ucapkan dalam bentuk pujian dan dilaksnakan sebagai amal sholih. Allah telah memperintahkan seluruh hamba-Nya yang memiliki kesadaran untuk bersyukur, termasuk saudara. Coba saudara renungkan ayat ini :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.(QS.2:152)
Setelah saudara membaca ayat tersebut, saudara harus tahu, seandainya saja Allah عزّوجلّ tidak memberikan kebutuhan (perlengkapan hidup) kepada saudara entah itu kebutuhan jiwa, raga, maupun wanita. Apakah saudara masih dapat hidup ? …… oleh karena itu kita semua wajib bersyukur kepada Allah عزّوجلّ, jika kita besyukur, rizqi plus kebahagiaan akan muncul dan menghampiri kita, dan jika kufur musibah plus dosa akan menghampri kita pula. Kemudian apakah yang menyebabkan saudara bersyukur?…. Allah عزّوجلّ berfirman dalam surat Al-Waqi’ah ayat 63-73. yang intinya seandainya saja semua yang ada di dunia ini tidak di ciptakan secara sempurna pasti kita tidak akan bisa hidup nyaman seperti ini.
HAKIKAT SYUKUR
Saudaraku seiman, tidak cukup seseorang itu bersyukur hanya dengan sujud syukur dan mengucapkan hamdalah. Hakikat syukur itu ada tiga yaitu; Pertama, ilmu; yaitu pengetahuan akan kesadaran bahwasanya semua ini dari datangnya Allah عزّوجلّ . Kedua, Keadaan; yaitu keadaan seseorang yang menyatakan kegembiraan yang timbul karena memperoleh nikmat .
ketiga, amalan; yaitu amalan yang di lakukan sebagai tanda syukur kepada Allah .sebagaimana firman Allah عزّوجلّ pada surat Al-Kautsar ayat 1-2:
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Yang artinya :
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah.
Saudara akan mendapatkan hal yang luar biasa dengan bersyukur, syukur adalah sebuah energy dahsyat yang akan membawa saudara pada nikmat hidup di dunia dan di akhirat. Allah berfirman dalam surat Luqman ayat 12 yang artinta : Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah عزّوجلّ . Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah عزّوجلّ Maha Kaya lagi Maha Terpuji".(QS.31:12)
Ayat ini menegaskan bahwasanya syukur itu tidak untuk siapa-siapa, tapi untuk saudara sendiri. Begitu pula jika saudara coba-coba untuk kufur, saudara akan merasakan akibatnya sendiri.
saudara akan mendapatkan manfaat dari bersyukur. Pertama, rezeki saudara akan diatambah ‘’jika engkau bersyukur kami akan menambah nikmat kepadamu’’QS Ibrahim ayat 7. Kedua, rasa syukur akan mengubah yang sedikit menjadi lebih berkah, hal ini karena keikhlasan hati saudara dalam menerima nikmat Allah . Ketiga, rasa syukur akan mendatangkan kedamaian. ketiga hal ini akan mengisi kehidupan saudara jika saudara mau bersyukur terhadap apapun yang di berikan Allah kepada saudara.
Bagaimana cara mengundang syukur ?
Kita sudah mengetahui arti syukur, sekarang yang menjadi masalah bagaiman rasa syukur tersebut ada pada diri kita. Ada tiga cara agar syukur melekat pada diri kita.
Pertama, tak kenal maka tak sayang, maksud-Nya ialah saudara harus mengetahiu bahwasanya semua adalah nikmat Allah عزّوجلّ , jika kita tidak menyadari nikmat Allah عزّوجلّ yang berada pada diri kita, mana mungkin kita mau bersyukur, karena hakikat syukur yang pertama adalah ilmu, saudara mungkin perna mengenal ucapan “ yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin” orang miskin akan tambah miskin karena tidak tahu bahwa miskin itu adalah nikmat. seandainya saja yang miskin mau bersyukur, kemiskinan itu pasti akan diganti oleh Allah عزّوجلّ dengan kekayaan yang cukup.
Kedua, siap menerima apapun yang Allah عزّوجلّ berikan, perhatikan hadist berikut:
"Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu"
( Hadits shahîh. oleh al-Bukhari (no. 6490), Muslim (no. 2963), at-Tirmidzi (no. 2513),
dan Ibnu Majah .)
untuk itu kita jangan sampai mempu-Nyai angan angan untuk mempu-Nyai apa yang di miliki orang lain.
Pada hakikatnya semua yang di berikan oleh Allah عزّوجلّ baik musibah maupun kesenangan adalah pemberian Allah عزّوجلّ . Semisal saudara memiliki mata yang cacat saudara harus berusaha untuk menerim kecacatan itu, mengapa?.. karena ada orang lain yang memiliki kecacatan melebihi saudara
Ke tiga, memanfaatkan nikmat sesuai keinginan Allah Artinya lakukanlah segalah sesuatu yang disenangi oleh Allah , dan jangan menyia-nyiakan segala nikmat yang telah Allah berikan.
Sekarang ita sudah tahu apa itu syukur dan seluk beluk-Nya, tinggal hati kita sadar atau tidak?. Bila kita sudah berhasil memiliki rasa syukur, hidup kita akan di jamin oleh Allah aik di dunia maupun di akhirat. Aamiin
Langganan:
Postingan (Atom)



